Bisnis Bareng Pasangan

“Jadi partner romansa sekaligus partner bisnis? Kalau berantem gimana?”

Bagi sebagian orang, memisahkan hubungan pribadi dan kerjaan adalah kunci sukses. Tetapi bagi entrepreneur kreatif, tidak ada alasan untuk memisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Kerjaan adalah kehidupan pribadi, kehidupan pribadi adalah kerjaan. Mindset inilah yang menyingkirkan keraguan untuk berbisnis dengan sahabat dekat, keluarga atau bahkan pasangan. Masih pacaran atau sudah menikah, bisnis berdua malah jadi seru!

Apa ya yang membuat pasangan bisa langgeng bisnis bareng?

  • Visi-misi sejalan. Mantapkan arah bisnis ini. Bangun strategi produksi, marketing dan branding produk bersama-sama. Pastikan gak cuma 1 pihak yang niat banget, sementara 1 lagi cuma nurut. Di sini hak dan kewajiban kedua pihak perlu diatur adil dan merata. Kalau-kalau pecah kongsi (semoga tidak), pembagian jadi jelas, dan tidak berlarut-larut.
  • Hati-hati dengan pembukuan. Jaga berkas-berkas dengan ditel. Pencatatan dan hitung-hitungan yang jelas akan jadi senjata anti cekcok. Kalau semua tercatat jelas, alhasil kalian akan jauh dari pertengkaran yang mau tidak mau berefek pada hubungan pribadi.

 

  • Saling mengisi. Bangun situasi kerja yang sinergis walaupun kalian adalah pasangan. Terlalu banyak toleransi dapat membahayakan keberlanjutan bisnis. Jika sudah mengerti satu sama lain, poin satu ini tentunya perkara mudah. Jika belum, dari sini kalian bisa belajar saling memahami.
  • Profesional. Tempatkan diri sebagai partner kerja, bukan partner hidup. Gunakan kepala dingin untuk mengambil keputusan bisnis yang tidak didasari oleh sentimen pribadi. Jangan sampai karena tidak enakan, komunikasi jadi pincang. Jangan ragu pula untuk tegur satu sama lain ketika ada salah.

Tips berbisnis bareng pasangan ini berdasarkan pengalaman langsung dari UMKM Pilihan Konektifa: Koa Piggy. Yuk, simak cerita lengkap pasangan entrepreneur ini!

 


UMKM Pilihan Konektifa

Kalau masih takut bisnis bareng pasangan, berarti “belum sepenuhnya yakin tuh sama pasangannya”, komentar Anggi, pemilik jasa pembuatan gift.

Anggi mengaku bahwa keempat poin di atas adalah pilar yang menjamin hubungan bisnis dan hubungan pribadinya sama-sama langgeng. Bisnis jasa desain gift, Koa Piggy, yang dijalankan Anggi dan pasangan berjalan lancar.

Menyempatkan waktu di sela-sela kerja 9 to 5, mereka biasa menerima lebih dari 10 orderan dalam sebulan. Toko online berbasis di Tangerang ini bahkan sudah dapat pesanan sampai ke Bandung. Sementara Anggi memegang proses produksi, pasangannya menangani akuntansi dan customer service.

Malahan punya bisnis bikin kita makin erat. Soalnya jadi selalu ada obrolan”, jelas Anggi yang mantap berniat mengembangkan bisnis kecilnya  ini sampai ke percetakan.

Cek juga toko online Anggi dan pasangan, Koa Piggy di https://www.instagram.com/koa.piggy/.

Pilihan gift beragam mulai dari desain grafis yang dibingkai, puzzle, hingga mug. Semua dikerjakan kustom dari pelanggan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *